Inilah pertama kali aku menulis dalam suatu blog; blog yang kuciptakan sebagai curahan apa yang menjadi gagasan, pandangan & pemikiranku; semoga para pembaca dapat memahami pemikiran, & pandanganku, kemudian memberikan komentar dan bertukar pikiran.
Blog ini kuberi nama "Hidup Super: Sehat, Sukses & Berkelimpahan". Mengapa? Tentu ini menyangkut banyak sisi kehidupan. Perjalanan hidup memang panjang dan beragam. Sejak kita masih anak-anak, masa remaja, masa dewasa dan masa puncak kehidupan dan masa tua. Tiap fase punya pemikiran dan pandangan sendiri-sendiri; mengikuti perkembangan usia, pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, karir dan pengalaman hidup; maka kita mempunyai pandangan hidup, pemikiran, visi dan misi kehidupan yang baru dan lebih matang yang berbeda ketika kita masih anak-anak atau ketika kita masih remaja.
Perjalanan hidup itulah yang membentuk karakter kita, pandangan hidup, juga cita-cita. Kita punya cita-cita ataupun usaha yang sedang atau akan kita wujudkan. Banyak beragam peran kita di kehidupan ini, ada yang jadi pengusaha, penguasa, pejabat, karyawan, sopir, akuntan, lawyer dan beragam profesi lainnya. Ada yang cuek, penuh perhatian, emosional, sabar, pelit dan ada pula yang bermurah hati. Semuanya ingin mencapai kesuksesan dan bisa mememuhi kebutuhannya yang didasari atas pemikiran dan pandangan yang dimilikinya. Keberhasilan atau kesuksesan hidup orang tidak bergantung pada usia, namun dipengaruhi oleh bagaimana pemikiran dan pandangannya. pemikiran dan pandangan itulah yang mempengaruhi seseorang untuk bertindak mewujudkan apa yang dicita-citakan dan menjalankan tugasnya. Inilah Hidup yang super. Begitu "super" karena kita adalah luar biasa dan memiliki pemikiran dan pandangan hidup. Ini suatu anugerah yang luar bisa dari Tuhan.
Hidup Super
Hidup super artinya hidup kita ini yang penuh dinamika dan warna. Apakah hidup super harus mejadi seorang milyader? harus punya banyak deposito di bank Swiss yang ratusan Dollar? Sebagai manusia kita diciptakan unik. Setiap pribadai dan setiap orang adalah unik-masing-masing punya sesuatu yang beda. masing-masing punya talenta yang beda. Talenta ini yang harus dikembangkan sehingga kita menjadi "orang", dihargai dan punya arti penting dalam kehidupan serta mampu memberkan penghasilan bagi diri kita. Misalnya: orang yang berbakat main musik. Bila sejak awal dilatih dan dikembangkan, bergabung dg kelompok musisi, maka musik yang dimainkan aakn bisa menghibur orang lain. Apalagi bila musik itu menghasilkan nada-nada yang indah yang bisa membrikan harmoni dalam hati bagi mereka yang mendengarkan dan menghibur orang lain. Sehingga orang yang memiliki bakat musik ini diperlakukan dan dipandang orang lain sebagai "orang penting" atau "orang yang patut diperhitungkan". Bila musik tsb direkan dalam CD dan dijual, maka hasil penjualannya akan mendatangkan rejeki dan berkat bagi empunya bakat ini. Bila penghasilannya disumbangkan kepada orang miskin atau yang mereka yang berkekurangan, maka talentanya menjadi rejeki/berkat dan penerang bagi mereka yang ditolongnya. Begitu juga untuk bakat/talanta lain. maka inilah hidup yang super. Super karena dikaruniai oleh Tuhan suatu talenta yang harus kita usahakan dan kita kembangkan.
Sehat
Sehat artinya tidak sakit, baik secara jasmani maupun rohani. Sehat menjadi suatu yang mahal saat ini. Bila kita sakit flu saja, setidaknya butuh obat dan dokter untuk mengobatinya dan membutuhkan uang Rp. 200 ribu - Rp. 300 ribu. Belum lagi bila sakit serangan jantung, diabetes mellitus, HIV atau stroke. Atau wabah terbaru flu burng, flu babi dan entah penyakit apalagi Apapun itu penyakitnya akan mengganggu aktivitas kita sehari-hari dan membutuhkan biaya yang besar untuk mengobatinya. Mungkin saja badan kita sehat, namun bagaimana bila rohani/psikis kita terganggu? Hal ini juga tidak sehat, mengganggu aktivitas kita dan orang lain. Misalnya sakit gangguan jiwa, stress berkepanjangan hingga lupa diri & orang lain. Ini juga sakit namanya, meskipun secara rohani badan kita sehat. Hal ini juga butuh biaya yang besar untuk pemulihan.
Sehat menjadi hal yang sangat mahal saat ini. Badan kita sehat, psikis kita sehat, itu artinya kita memiliki harta yang luar biasa dan mahal. Oleh karena itu kita wajib menjaga "harta" kita, menjaga kesehatan kita, sehingga kita mengembangkan karir, pekerjaan dan usaha serta kita mampu berkomunikasi dengan orang lain dan menjadi berkat bagi orang lain.
Sukses
Haruskah orang sukses itu pasti kaya? mobilnya puluhan? tanahnya berhektar-hektar? Apakah demikian itu sukses? Pengertian sukses adalah mampu menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapinya dengan bijak dan cerdik serta tepat. jadi orang sukses tidak harus kaya raya, namun yang utama mempu menyikapai dan mengantispasi bahkan punya strategi dan tindakan yang jitu untuk keluar dari masalah yang menghadang.
Sebagai contoh: Apakah seorang guru bukan orang sukses? Guru yang sukses adalah bila guru itu mampu menjelaskan ilmu yang diajarkan kepada muridnya, mampu mentransfer ilu sehingga murid memahami, murid memiliki sikap yang baik dan santun. Miridnya menjadi pandai. Inilah kesuksesan seorang guru.
Seorang manager pabrik yang sukses artinya orang tersebut dapat mengkoordinir kegiatan pabrik dan karyawannya untuk disiplin dalam kerja, mengikuti prosedur kerja yang ditentukan, mencapai efisiensi pross yang tinggi, mencapai prosfit yang diharapkan, memperhatikan kesejahteraan karyawan, menghasilkan barang produksi yang bagus sesuai harapan customer dan mampu menjual barang produksinya.
Apapun profesi dan peran kita, kita adalah orang sukses bila kita mampu menyelesaikan setiap persoalan yang menghadpinya.
Berkelimpahan
Bisanya berkelimpahan sering diartikan "kaya". Ya, bisa jadi mungkin demikian. Namun bagi saya, arti berkelimpahan adalah mampu menjadi berkat bagi orang lain. Saya contohkan seperti ini: Bapak A memiliki penghasilan sebesar Rp. 25 juta per bulan. Ketika ada pembangunan masjid di dekat rumahnya Bapak A menyumbang Rp. 200 ribu. Lain lagi Bapak B yang berpenghasilan Rp. 4 juta perbulan. ketiak panitia pembangunan masjid datang untuk mohon donasi, Bapak A memberikan Rp. 100 ribu. Manakah yang lebih berkelimapahan Bapak A atau Bapak B? Dilihat dari nilai nominal yang disumbangkan Bapak A lebih hebat karena memberikan sumbangan lebih besar dari Bapak A. Tapi coba dilihat berapa % dari penghasilannya. Bapak A hanya memberikan 0.8% dari penghasilannya. Bapak B memberikan 2,5% dari penghasilannya. Maka saya menilainya Bapak B jauh berkelimpahan dari pada Bapak A. Bapak B lebih bemuarah hati.
Bila saya mampu memberikan kepda orang lain yang berkekurangan lebih banyak, maka saya akan menuai hasil yang lebih banyak pula. Bila saya menabur lebih banyak, maka saya akan menuai banyak juga.
Itulah hidup super: Sehat, Sukses dan Berkelimpahan. Saya tidak dapat hidup sendiri. Manusia adalah mahkluk sosial, butuh orang lain dalam hidup.
Widhi Prasetiyo, Tangerang, 01 Mei 2009
Kamis, 30 April 2009
Langganan:
Postingan (Atom)